3-Kegiatan-Usaha-yang-Tidak-Wajib-Memiliki-SIUP

3 Kegiatan Usaha yang Tidak Wajib Memiliki SIUP

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) merupakan legalitas usaha di bidang perdagangan. Oleh karena itu, setiap perusahaan yang melakukan usaha perdagangan yang ada di Indonesia wajib memiliki SIUP. Akan tetapi, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2007 yang telah diamendemen dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 46 Tahun 2009 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan mengatur bahwa terdapat kegiatan usaha yang tidak wajib memiliki SIUP, yaitu:

  1. Perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di luar sektor perdagangan.
  2. Kantor Cabang atau Kantor Perwakilan
  3. Kantor cabang atau perwakilan perusahaan tidak wajib memiliki SIUP dikarenakan SIUP kantor cabang atau perwakilan perusahaan menginduk pada SIUP perusahaan pusat. Akan tetapi, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan pemilik SIUP yang akan membuka kantor cabang atau perwakilan perusahaan, yaitu:

    1. Membuat laporan secara tertulis kepada pejabat penerbit SIUP di tempat kedudukan Kantor Cabang atau Perwakilan Perusahaan dan dilengkapi dengan dokumen berikut:
      • fotokopi SIUP kantor pusat perusahaan yang telah dilegalisir oleh pejabat penerbit SIUP;
      • fotokopi dokumen pembukaan kantor cabang/perwakilan perusahaan;
      • fotokopi KTP dan surat penunjukkan sebagai penanggungjawab kantor cabang/perwakilan perusahaan; dan
      • surat pernyataan dari pemohon tentang lokasi usaha kantor cabang/perwakilan perusahaan.
    2. Setelah itu, pejabat penerbit SIUP akan mencatat dalam buku register pembukaan kantor cabang atau perwakilan perusahaan dan membubuhkan tanda tangan dan cap stempel pada halaman depan fotokopi SIUP perusahaan pusat. Fotokopi SIUP tersebutlah yang berlaku sebagai SIUP bagi kantor cabang atau perwakilan perusahaan untuk melakukan kegiatan usaha perdagangan sesuai kedudukan kantor cabang atau perwakilan perusahaan.
  4. Perusahaan Perdagangan Mikro dengan kriteria sebagai berikut:
    1. Usaha perseorangan atau persekutuan;
    2. Kegiatan usaha diurus, dijalankan, atau dikelola oleh pemiliknya atau anggota keluarga/kerabat terdekat; dan
    3. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

    Walaupun termasuk ke dalam pengecualian kepeimilikan SIUP, namun perusahaan perdagangan mikro tetap dapat memperoleh SIUP Mikro apabila pemiliknya menghendaki. Adapun dokumen persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan permohonan SIUP baru bagi Perusahaan Perdagangan Mikro, yaitu:

    1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemilik atau Penanggungjawab Perusahaan;
    2. Surat Pernyataan dari Pemohon SIUP tentang lokasi usaha Perusahaan;
    3. Foto Pemilik atau Penanggungjawab Perusahaan ukuran 3×4 cm (2 lembar).

Ingin berkonsultasi mengenai usaha Anda? Atau ingin mengurus pendirian perusahaan? Kami siap untuk membantu Anda. Silakan hubungi izinperusahaan.com di +62 811-978-121/+62 812-9965-9689 atau email ke: lawyer.izinperusahaan@gmail.com.