Geliat-Bisnis-Fintech-di-Indonesia

Geliat Bisnis Fintech di Indonesia

Masyarakat Indonesia, khusunya yang berada di perkotaan tentunya tidak asing dengan adanya fasilitas pembayaran dan pinjaman dana virtual , seperti Dana, Doku Wallet, Ovo, Kredivo, dan sebagainya. Sederet nama tersebut merupakan contoh fasilitas pembayaran yang bergerak di bidang Fintech. Lalu, apa itu Fintech dan bagaimana legalitasnya di Indonesia?

Pada dasarnya Fintech (Financial Technology) adalah bisnis yang bertujuan menyediakan jasa keuangan dengan memanfaatkan perangkat lunak dan teknologi modern. Dalam pengertian lain, Fintech merupakan inovasi di bidang jasa finansial yang mengadaptasi perkembangan teknologi, sehingga diharapkan dapat menghadirkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, aman, dan modern.

Secara umum, b eberapa jenis layanan yang dikategorikan ke dalam Fintech berupa proses pembayaran, investasi, transfer, pembanding layanan finansial, gadai, pinjaman-meminjam online (P2P lending), crowdfunding, cryptocurrency, dan lain sebagainya.

Sekarang ini, p erkembangan Fintech di Indonesia semakin pesat. Hal ini didukung dengan terbentuknya Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) pada bulan September 2015. Selain itu, menurut laporan AFTECH per Desember 2017 , terdapat 235 perusahaan Fintech yang bergerak di Indonesia saat ini. Dari jumlah tersebut, subsektor sistem pembayaran masih memimpin. Jumlah pelaku usaha pada subsektor sistem pembayaran mengalami kenaikan, yang tercatat tumbuh pesat dari 15 persen pada awal 2017 menjadi 32 persen pada akhir 2017.

Menghadapi perkembangan Fintech ini, pemerintah juga tidak tinggal diam. Melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dikeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 yang mengatur mengenai Fintech. Tentu saja hal ini merupakan angin segar, baik bagi masyarakat selaku konsumen dan para pebisnis yang berkecimpung di bidang Fintech karena telah terfasilitasi dalam hal legalitas guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam industri startup tersebut. Menurut laporan OJK, jumlah transaksi P2P lending hingga November 2017 mencapai Rp 2,2 triliun.

Berdasarkan data dari OJK per Februari 2019, jumlah perusahaan Fintech yang telah terdaftar di Indonesia mencapai sekitar 99 Perusahaan . N amun jumlah ini berpotensi besar akan semakin bertambah di 2019 ini mengingat antusiasme dan potensi konsumen atau pengguna fasilitas keuangan yang berbondong-bondong beralih ke pelayanan pembayaran atau pembiayaan berbasis online dan uang digital. Pengguna layanan Fintech terbesar datang dari generasi milenial kelas menengah, yaitu berusia 25-35 tahun, yang memiliki pendapatan Rp 5 juta – Rp 15 juta per bulan.

Dengan potensi yang menjanjikan ini, siapkah anda ikut meramaikan industri pembiayaan berbasis digital atau Fintech di Indonesia?

Ingin berkonsultasi mengenai usaha Anda? Atau ingin mengurus legalitas usaha Anda? Kami siap untuk membantu Anda. Silakan hubungi izinperusahaan.com di +62 811-978-121/+62 812- 9965-9689 atau email ke: lawyer.izinperusahaan@gmail.com